A.
Pengertian Psikoterapi dan Konseling
Ivey
& Simek-Downing (1980) berpendapat bahawa psikoterapi adalah proses jangka
panjang, berhubungan dengan upaya merekonstruksi seseorang dan perubahan yang
lebih besar dalam struktur kepribadian. Sedangkan konseling dikemukakan oleh
mereka sebagai suatu proses yang lebih intensif berhubungan dengan upaya
membantu orang normal mencapai tujuannya dan agar berfungsi lebih efektif. Berdasarkan
pengertian dari Ivey dan SImek-Downing dapat disimpulkan bahwa perbedaannya
terletak pada waktu. Psikoterapi merubah kepribadian seseorang dengan jangka
waktu yang lama, sedangkan konseling hanya membantu seseorang yang normal agar
lebih efektif dna mencapai tujuannya. Perbedaan antara psikoterapi dan
konseling dilihat dari segi tujuan, klien, konselor dan penyelenggara, serta
metode yang digunakan.
B.
Tujuan Psikoterapi
1.
Menurut
Corey
a. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
psikoanalisis adalah Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang
disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang
sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
b. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
tingkah laku adalah untuk menghilangkan perilaku dan mencari apa yang dapat
dilakukan apa yang dapat dilakuakn terhadap perilaku yang menjadi masalah.
Klien berperan aktif dalam menyusun terapi dan menilai bagaimana tujuan-tujuan
ini bisa tercapai.
c. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
Kognitif-Behavioristik dan Rasional-Emotif adalah menghilangkan cara memandang
dalam kehidupan pasien yang menyalahkan diri sendiri dan membantunya memperoleh
pandangan dalam hidup secara lebih rasional dan toleran.
d. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
Gestalt adalah membantu klien memperoleh pemahaman mengenai pengalamnnya.
e. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
Realitas adalah untuk membantu seseorang agar lebih efektif dalam memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya. Merangsang untuk menilai apa yang sedang dilakukan dan
memeriksa sebarapa jauh tindakannya berhasil.
2.
Menurut Ivey
a. Tujuan Psikoterapi dengan pendekatan
Behavioristik adalah untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan
berperilaku dan untuk menggantinya dengan pola-pola perilaku yang lebih sesuai.
Arah perubahan perilaku yang khusus ditentukan oleh klien.
b. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
Gestalt, adalah agar seseorang lebih menyadari mengenai kehidupannya dan
bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang.
c. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan
Realitas adalah untuk memenuhi kebutuhan seseorang tanpa dicampur-tangani orang
lain. Untuk menentukan keputusan yang bertanggung jawab dan untuk bertindak
dengan menyadari sepenuhnya akan akibat-akibatnya.
Psikoterapi
merupakan alat yang dapat membantu dan penting dipelajari khususnya oleh dokter
dan para profesional lain yang berperan dalam kesehatan dan kesehatan jiwa,
namun perlu pula diingat bahwa teknik dan metodenya yang bermacam-macam
tersebut memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat dipelajari dan
dipraktekkan dengan baik.
Secara non
spesifik, psikoterapi dapat menambah efektivitas terapi lain; sebagai suatu
yang spesifik atau khusus, psikoterapi merupakan rangkaian teknik yang
digunakan untuk mengubah perilaku (catatan: teknik merupakan rangkaian tindakan
yang dibakukan untuk mendapatkan perubahan tertentu, bukan urutan perubahan
alamiah, sehingga harus dilatih untuk mencapai ketrampilan optimal). Dengan
psikoterapi, seorang dokter akan dapat memanfaatkan teknik-teknik untuk
meningkatkan hasil yang ingin dicapainya.
C. Perbedaan Psikoterapi Dengan
Konseling
Pada
dasarnya antara konseling dan psikoterapi dalam hal tujuan sama-sama ingin membantu
agar klien dapat menemukan permasalahan untuk kemudian dapat dipecahkan
bersama-sama, namun semua itu hanya dapat terlaksana dengan baik manakala klien
dapat membuka diri dan mau diajak kerjasama.
Dan adapun
perbedaannya lebih kepada pendekatan dan cara penanganannya, dimana konselor
sebagai mitra yang dapat memberikan masukkan dan membantu untuk memunculkan
suatu permasalahan yang dirasakan klien baik masalah yang disadari maupun yang
tidak disadari, sedangkan psikoterapis selain menggunakan tehnik
konseling ia juga menggunakan therapy yang sifatnya lebih kepada perubahan pada
prilaku yang sangat substansti.
Berangkat dari pemahaman Brammer
& Shostrom mengemukakan bahwa :
1. Konseling ditandai oleh adanya
terminology seperti : “educational, vocational, supportive, situational,
problem solving, conscious awareness, normal, present-time dan short term”.
2. Sedangkan psikoterapi ditandai oleh
: “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis,
analytical, focus on the past, neurotics and orther severe emotional problems
and longterm. Artinya segala sesuatunya lebih mendalam hingga tuntas dan semua
itu perlu waktu serta proses.
Sumber : Gunarsa, S.D.
(2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta.
Gunung Mulia.
Markam,
S.L.S., Sumarmo. (2007). Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta: Penerbit
Universitas Indonesia (UI-Press)