Ini
pengalaman saya waktu beberapa bulan yang lalu. Saya dan teman teman SMA saya
pergi ke suatu tempat wisata di Kepulauan Seribu. Kami pergi pada hari rabu, 7
may 2014. Awalnya kami janjian di stasiun kota pukul 06.00 wib, namun dalam
perjalanan menuju stasiun kota, ada beberapa hambatan dari pihak PT KAI. Jadi setibanya
di stasiun kota tidak sesuai target, yang seharusnya tiba pukul 06.00 jadi
pukul 07.30 wib.
Karena
kami telat sampai Muara Angke maka kami semua ketinggalan perahu untuk menuju
ke pulau harapan di Kepulauan Seribu. Lalu saya berusaha untuk menghubungi
pihak guide kami yang ada di Pulau
Harapan, lalu beliau suruh kami naik perahu yang berada di Pelabuhan Kali Adem.
Kami pun semua berlari lari menuju Pelabuhan Kali Adem, namun nasib berkata
lain. Setibanya di Pelabuhan Kali Adem kami semua ketinggalan perahu lagi,
padahal hanya kurang beberapa menit saja.
Karena
kami semua sudah capek, lalu kami memutuskan untuk menginap di Pelabuhan Kali
Adem. Untung saja penjaga pelabuhan baik-baik, mereka mengizikan kami semua
tidur di dalam, walau hanya pakai bangku kami pun sudah merasa bersyukur.
Setelah
keesokan harinya kami semua pagi pagi sekali langsung menuju ke Pelabuhan Muara
Angke, agar kami tidak ketinggalan
perahu. Kami pun di antar dari pihak Pelabuhan Kali Adem menuju
Pelabuhan Muara Angke melewati jalan pintas (katanya si begitu). Selama melewati
jalan bau yang tak sedap terhirup oleh kami semua yaitu bau ikan busuk (ewh dah
hahaha).
Kami
semua pun naik perahu menuju ke Pulau Harapan, dan kali ini kami tidak telat
lagi, malah justru kami kepagian wkwk. Selama perjalanan menuju Pulau Harapan,
perahu yang kami naiki goyang kanan goyang kiri (sangat ekstrim ya kawan). Dan ada
beberapa kawan kami yang ada mabuk laut,
termasuk saya juga si hehe. Ketika saat ada di tengah laut ada mas-mas yang
menawarkan saya untuk duduk di luar atau di pinggir perahu agar tidak terasa
mual, dan ternyata benar duduk di pinggir tidak buat merasa mual.
Setibanya
kami di Pulau Harapan kami pun sudah di jemput sama guide kami, yang bisa di panggil om maco hehehe. Kami pun semua di
antar menuju ke penginapan untuk beristirahat, dan untuk bersiap siap
menjelajahi dunia laut. Beberapa jam kemudian kami pun di jemput lagi untuk
melakuan snorkeling di beberapa pulau
kecil yang berada di sekitar Pulau Harapan.
Kami
menuju tempat snorkeling menggunakan perahu kayu tradisional. Setibanya disana
kami di berikan alat snorkeling satu
per satu. Sebelum kami melakukan snorkeling kami harus mendengarkan panduan
dari guide kami yaitu om maco. Setelah
mendengarkan panduan dari guide, kami
pun snorkeling dan ternyata sangat
indah alam bahwa laut, karang karang yang cantik, ikan ikan yang bagus dan air
laut yang biru.
Ketika
sudah selesai snorkeling kami
langsung menuju pualu pasir putih, itu tuh pulaunya sangat amat cantik sekali,
pasirnya yang putih dan air laut yang biru membuat saya takjup akan ciptaan
yang maha kuasa. Setelah kami puas foto-foto dan bersenang senang kami langsung
menuju pulau apa ya?? Saya lupa namanya, dan di situ ada warung kopi satu
satunnya di pulau tersebut. Disana kamu dapat melihat indahnya sunset, dan setelah melihat itu semua
kami memutuskan untuk kembali ke penginapan.
Keesokan
harinya sebelum kami kembali ke Jakarta kami di ajak untuk melihat pekarangan
penyu dan itu sangat lucu lucu sekali penyunya hehehe. Setelah itu kami kembali
untuk menuju ke pelabuhan untuk pulang menuju Jakarta dan sampai akhirnya kami
sampai Jakarta dan rumah kita masing masing dengan selamat.
Jadi
kesan yang sangat menarik tuh bukan di pulaunya nama ketika kami menginap di
Pelabuhan Kali Adem, karena disana kami mendapatkan keluarga baru. Orang-orang
yang berada di pelabuhan sangat amat baik.
Sudah selesai perjalanan kami di Pulau Harapan, tungguin cerita dari kami lagi, yang pasti seru deh haha. bye bye :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar