Computer
Based Information System (CBIS) #SIP
Istilah Computer Based
Information System (CBIS) sebenarnya mengacu pada pada system
informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer. atau yang dalam Bahasa
Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem
pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk
suatu alat bantu pengambilan keputusan. Istilah-istilah yang terkait dengan
CBIS adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau
Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data
menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat
bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta
visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain
adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut
penjelasan masing-masing istilah tersebut.
Evolusi CBIS
1. Berfokus
pada data ( SIA )
Sistem Informasi akuntansi adalah kumpulan dari sumber daya, baik manusia,
peralatan, dan teknologi yang dirancang dan digunakan untuk mengubah data-data
ekonomi ke dalam informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. (Wahyuno &
Pujiatmoko, 2008).
2.
Berfokus pada informasi ( SIM )
Sistem informasi manajemen penyediaan informasi mengenai kinerja
perusahaan. Sim secara khusus menghasilkan laporan yang sifatnya teteap dan
rutin berdasarkan data yang diperoleh dan dirangkum dari sistem pemprosesan
transaksi. Sim hanya menyoroti kondisi-kondisi yang khusus dan luar biasa,
seperti kuota penjualan untuk suatu wilayah tertentu jatuh dibawah tingkat yang
diperkirakan, atau karyawan telah melebihi batas pengeluaran tunjuangan
perawatannya. (Laudon, 2008).
Sistem informasi manajemen secara umum dapat dikatakan sebagai sebuah
sistem manusia dan mesin yang terintegrasi dalam menyediakan informasi gua
mendukung fungsi informasi manajemen dan penentuan alternatif tindakan dalam
sebuah organisasi sistem tersebut. Dalam operasinya sitem informasi manajemen
menggunakan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software),
prosedur, model manajemen, dan keputusan serta terminal data.
Menurut Scoott (dalam Yulia, 2014) Sistem informasi manajemen adalah serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu tertranformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produkivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manager atas dasar kriteria mutu yang ditetapkan.
Menurut Scoott (dalam Yulia, 2014) Sistem informasi manajemen adalah serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu tertranformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produkivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manager atas dasar kriteria mutu yang ditetapkan.
3.
Berfokus pada pendukung keputusan
Sistem pendukung keputusan mendukung analisis masalah semi terstruktur dan
tidak terstruktur. Sistem pendukung keputusan dimasa paling awalnya sangatlah
digerakan oleh mode, menggunakan jenis model untuk menjelaskan analisis
“bagaimana jika” dan analisis lainnya (Laudon, 2008). Menurut Bonczek (dalam
Nofriansyah, 2012) sistem informasi pendukung keputusan sebagai sistem berbasis
komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi, sistem
bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen
sistem pendukung keputusan lain), sistem pengetahuan (respositori pengetahuan
domain masalah yang ada pada sistem pendukung keputusan atau sebagai data atau
sebagai prosedur), dan sistem pemprosesan masalah (hubungan antara dua komponen
lainnya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang
diperlukan untuk pengambilan keputusan).
4.
Berfokus pada komunikasi
Sistem otomatisasi perkantoran merupakan penyediaan telekomnikasi untuk
orang orang didalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara
mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan dilingkungan
perusahaan. Komunikasi ini membuat kelompok tanggung jawab berkualitas. Pada
saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang lain
yakni Office Automation (OA)/ Otomatisasi Perkantoran.
OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para
manajer dan pekerja lain melalui peralatan elektronik seperti fasilitas
internet, telekomunikasi (teleconference). Otomasi perkantoran (Office
Automation) Mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang
terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam
maupun di luar perusahaan (siapa saja yang menggunakan OA). Kelompok pemakai OA
adalah pekerja terdidik (manajer dan profesional), sekretaris, dan pegawai
administrasi. Tujuan dari OA ialah mengurangi biaya administrasi, pemecahan
masalah, dan pelengkap serta bukan pengganti. Beberapa contoh aplikasi OA yaitu
pengolahan kata, E-mail, voice mail, kalender elektronik, konferensi
audio/video, konferensi komputer, PAX, imaging, dan dekstop publising.
5.
Berfokus pada konsultasi
Saat ini berlangsung gerakan untuk menerapkan
kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI bagi masalah-masalah
bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan
sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia atau disebut juga
Expert System (ES) yaitu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam
suatu area. Contohnya;
Sistem pakar dapat menyediakan bagi seorang manajer sebagian bantuan yang sama
seperti yang diberikan bagi seorang manajer sebagai bantuan yang sama seperti
yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.
A. DATA
1.
Hirarki Data
Menurut Kadir (2004), secara tradisional data diorganisasikan ke dalam suat hierartki yang terdiri atas elemen data, yaitu rekaman ( record ) dan berkas ( file ). Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecahkan lagi menjadi unit lain yang bermakna. Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang salaing terkait. Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas.
2. Penyimpanan Data Skunder
Menurut Kadir (2004), secara tradisional data diorganisasikan ke dalam suat hierartki yang terdiri atas elemen data, yaitu rekaman ( record ) dan berkas ( file ). Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecahkan lagi menjadi unit lain yang bermakna. Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang salaing terkait. Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas.
2. Penyimpanan Data Skunder
Menurut Gaol (2008), Penyimpanan akses langsung (Direct Access Storage
Device) adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan
catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Direct
Access Storage Device memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat
diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan. Menurut Ukar (2006), dalam
pengambilan data tertentu tidak perlu dicari dari awal, tetapi bisa langsung ke
data yang dituju. Oleh karena itu, prosesnya lebih cepat.
Menurut Anonim (2015), Sequantial Access Storage Device adalah
metode mengambil data dari perangkat penyimpanan. Dengan akses sekuensial,
perangkat harus bergerak melalui semua informasi sampai ke lokasi di mana ia
mencoba untuk membaca atau menulis. Metode ini sering dikontraskan dengan akses
random, di mana perangkat mungkin bergerak langsung ke lokasi tertentu di
memori. Berdasarkan penjelasan Sulianta (2008), Sequantial Access Storage
Device prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu
dimulai dari awal.
3.
Pemerosesan data
Menurut Rama dan Jones (2008), batch, online, real time adalah
sebagai berikut :
a.
Batch, yaitu sekelompok dokumen kejadian atau record
yang menunggu pencatatan, pembaruan atau pemrosesan lainnya.
b.
Online, yaitu alat yang aktif dan terhubung dengan
komputer. Biasanya monitor, keyboard dan hard disk dipasang online ketika
komputer menyala.
c.
Real time, yaitu suatu sistem dimana kejadian dicatat
segera setelah terjadi, dan field ringkasan di tabel induk terkait segera
diperbaharui.
Menurut
Suyanto (2005) batch, online, real time adalah :
a.
Batch,yaitu suatu pengolahan data dimana data
dikumpulkan dalam kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukkan sebagai
input dalam komputeruntuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan
data yang klasik.
b.
Online, adalah pengolahan data yang dilaksanakan oleh
peralatan yang secara langsung dikontrol oleh CPU. Pada pengolahan ini dalam
banyak hal masih diperlukan peralatan tambahan untuk data yang dikirim dan
diolah, yaitu Magnetic Tape Unit dan Disc Storage Device dan
lainnya.
c.
Real time, adalah pengolahan data yang berjalan secara
parallel dengan proses fisik sehingga hasil dari pengolahan data itu muncul
secara berurutan.
4.
Database dan DBM
Martin
(dalam Sutabri, 2005) menjelaskan bahwa database adalah suatu kumpulan data
yang terhubung (interrelate data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu
media, tidak terulang (controlled redundancy) dan dikontrol dengan cara
tertentu sehingga mudah digunakan atau ditampilkan kembali, dapat tergantung
kepada program aplikasi secara otomatis, data disimoab tanpa ketergantungan
kepada program yang akan menggunakannya, dapat ditambah, diambil, dimodifikasi
dengan mudah dan terkontrol.
Database
adalah integrasi logis dari catatan-catatan file. Tujuan dari konsep database
adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi
data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa
membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai
degan menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara fisik
dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
5. Peranan
database dalam psikologi
DBMS
merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang
“sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat
tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak
user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak
yang tidak berwenang.
Banyak
program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper,
Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam
skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS
yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan
lain-lain.
Database
merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena
merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri
dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari
masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
B. Sistem Pakar
(SP) dan Artifical Intelligence (AI)
1.
Definisi Sistem Pakar & Artifical Intelligence
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang
memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai
intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan
dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS
adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu
pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah
ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri. Sistem pakar dinamakan
sebagai konsultan, dan kegiatannya dinamakan konsultasi. Sistem ini dapat
menampilkan lebih cepat kebutuhan basis data atau penggunaan di bidang lainnya
dan lebih konsisten dibandingkan manusianya sendiri serta perusahaan yang
menggunakan sistem ahli disekat dari hilangnya pengetahuan yang terjadi pada
saat pegawai pensiun dan dipindahkan.
Sedangkan menurut Anita Desiani dan Muhammad Arhami (2005) Artificial Intellegence
adalah “ Bagian dari komputer sehingga harus didasarkan pada Sound Theoretical
(Teori Suara) dan prinsip – prinsip dibidangnya. Prinsip – prinsip ini meliputi
struktur data yang digunakan dalam 11 representasi pengetahuan, algoritma yang
diperlukan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut, serta bahasa dan teknik
pemrograman yang digunakan dalam mengimplementasikannya.
2.
Sejarah Sistem Pakar (SP) dan Artifical Intelligence (AI)
Awal pekerjaan dipusatkan seperti game playing
(misalnya audio dengan kecerdasan dan permainan catur (chess player),
pembuktian teorema (theorem proving) pada tugas-tugas formal (formal task).
Tahun 1963, Samual menulis sebuah program yang diberi nama check-er-playing
program, yang tidak hanya untuk bermain game tetapi juga digunakan
pengalamannya pada permainan untuk mendukung kemampuan sebelumnya. Catur juga
diterima, karena banyak sekali perhatian terhadap permainan catur yang merupakan
permainan yang lengkap atau kompleks, program catur di sini situasinya harus
seperti dunia nyata. Kandidat AI harus mampu menghadapi masalah-masalah yang
rumit.
Logic theorist di awal percobaan untuk membuktikan
teorema matematika. Ia mampu membuktikan beberapa teorema dari bab I
Prinsip Matematika Whiteheat dan Russell.
Theorema Gelenrnter pada tahun 1963 membuktikan
pencarian area yang lain dari matematika yaitu geometri. Pada tahun 1963,
pemecahan ,masalah umum menggunakan object, pembuktian dengan atraksi
(eksternal).
Berikut uraian sejarah AI lebih jelasnya :
Pada awal abad 17, Rene Descrates
mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin
yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis yang
pertama pada tahun 1642.
Pada abad 19, Charles Babbage dan Ada
Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram. Betrand
Rusell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica yang
merombak logika formal.
Tahun 1943, Warren McCulloch dan
Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap dalam Aktivitas”
yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.
Tahun 1950-an adalah periode usaha
aktif dalam Artificial Intelligence. Pada tahun 1951, program Artificial
Intelligence pertama yang bekerja untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di
University Manchester (UK) : sebuah permainan naskah yang ditulis oleh
Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich
Prinz.
Pada tahun 1956, John McCarthy
membuat istilah “kecerdasan buatan” pada konferensi pertama. Dia juga menemukan
bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing Test” sebagai
sebuah cara untuk mengoperasionalkan tes perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum
membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an,
Joel Moses mendemontsrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk
mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, yakni sebuah program
berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali di bidang matematika. Marvin
Minsky dan Seymour menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas
jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer
prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk
representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis, yang
biasa juga disebut dengan sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan
kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan yang rintang dan
kusut secara mandiri.
Pada tahun 1980-an, jaringan
syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma perambatan balik, yang pertama
kali dijelaskan oleh Paul John Werbos pada tahun 1974. Tahun 1990-an
ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai
macam aplikasi. Lebih khusus DEEP BLUE, yaitu sebuah komputer permainan catur,
mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun
1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapa metode AI
untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh
investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.
3. Hubungan
AI dan Kognisi Manusia
Kecerdasan buatan adalah ilmu komputer yang membuat mesin (komputer) dapat
melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia dan dapat
menirukan perilaku manusia.
Kognisi manusia adalah suatu proses mental atau suatu aktivitas pikiran
manusia dalam mengetahui dan memahami suatu informasi yang didapat dari
lingkungan sekitarnya. Jika kita dapat menjelaskan bagaimana manusia berfikir
maka kita dapat membuat komputer pintar yang bekerja untuk kita serta memahami
bagaimana kita menyimpan dan memanggil kembali suatu informasi akan membantu
kita dalam membuat database yang lebih baik
Hal ini dapat dilihat bagaimana cara kerja kecerdasan buatan dan kognisi
manusia. Dimana kognisi manusia menerima sebuah stimulus kemudian diproses lalu
menghasilkan sebuah respon. Sedangkan kecerdasan buatan menerima sebuah input
yang diproses dan kemudian mengeluarkan sebuah output berupa keputusan. Dari
cara kerja kecerdasan buatan dan kognisi manusia hampir sama, yaitu kesamaan
dalam proses belajar dan proses berfikir. Tetapi kecerdasan buatan dibuat untuk
menyamai proses belajar dan proses berfikir pada manusia.
4. Aplikasi
Sistem Pakar
ELIZA
Pada 1966,
Joseph Weizenbaum dari MIT memperkenalkan Eliza, suatu program komputer yang
mampu berkomunikasi dan bisa menanggapi manusia dengan menggunakan bahasa
sehari-hari. Weizenbaum berharap Eliza dapat menembus dinding pembatas antara
komputer dan manusia. Eliza termasuk kedalam sistem pakar.
PARRY
Colby, Hilf,
Webber dan Kraemer (1972) mensimulasikan seorang pasien, dan menyebut program
ini PARRY, karena ia mesimulasikan seorang pasien paranoid. Mereka memilih
seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses
dan sistem paranoia memang ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya
cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk
mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi komputer
dan respon manusia. Parry pun juga termasuk ke dalam sistem pakar.
NETtalk
Progam ini
jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jaring-jaring neuron, sehingga
dinamakan NETtalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowki disekolah medis
harvard dan Rosenberg di universitas Princeton. Dalam program ini, NETtalk
membaca tulisan dan mengucapkannya keras – keras. NETtalk membaca keras-keras
dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fenom-fenom, unit dasar dari suara
sebuah bahasa. Sistem ini memiliki tiga lapisan: lapisan input, dimana setiap
unit merespons sebuah tulisan; lapisan output, dimana unit menampilkan ke 55
fenom dalam bahasa inggris; dan sebuah lapisan unit tersembunyi, dimana setiap
unit ditambahkan koneksinya pada setiap unit input maupun output. NETtalk
membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi satu, dan dengan menscanning
tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah informasi yang kontekstual. Disini
lafal ‘e’ pada ‘net’, ‘neglect’, dan ‘red’ bisa ditangkap dengan bunyi yang
berbeda. Setiap NETtalk membaca sebuah kata, program ini membandingkan
pelafalannya dengan lafal yang benar yang disediakan manusia, kemudian
menyesuaikan kekuatannya untuk memperbaiki setiap kesalahan. NETtalk juga
merupakan sistem.
5.
Generalisasi Peranan AI dalam bidang Psikologi
Salah satu
implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk
sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak
merupakan fase yang paling rentan untuk mengalamin gangguan dan sangat perlu
diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk
gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu
kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk,
sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya
akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Achmad, B. (2006). Diktat mata kuliah: kecerdasan
buatan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Anonim. (2015). Sequential access. http://www.computerhope.com/jargon/s/sequacce.htm
diakses tanggal 5 November 2015.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen
pemahaman dan aplikasi. Jakarta : PT Grasindo.
Kadir, A. (1993). Konsep & tuntunan praktis
basis data. Yogyakarta: Andi Offset.
Kusrini. (2006). Sistem pakar, teori dan aplikasi.
Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar menentukan
faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan.
Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Laudon, K.C & Laudon, J.P. (2008). Sistem informasi manajemen mengelola
perusahaan digital. Jakarta: Salemba.
Nofriansyah, D. (2012). Konsep data mining VS sistem pendukung
keputusan. Jakarta: Deepublish
