Nama : Maymunah
NPM : 1D514062
Kelas : 3PA04
|
Judul
|
:
|
Cognitive
Behavioral Therapy, Sertraline, or a Combination in Childhood Anxiety
|
|
Jurnal
|
:
|
Massachusetts
Medical Society
|
|
Volume
& Halaman
|
:
|
vol.
359 no. 26
|
|
Tahun
|
:
|
2008
|
|
Penulis
|
:
|
John
T. Walkup, M.D., Anne Marie Albano, Ph.D., John Piacentini, Ph.D., Boris
Birmaher, M.D., Scott N. Compton, Ph.D., Joel T. Sherrill, Ph.D., Golda S.
Ginsburg, Ph.D., Moira A. Rynn, M.D., James McCracken, M.D., Bruce Waslick,
M.D., Satish Iyengar, Ph.D., John S. March, M.D., M.P.H., and Philip C.
Kendall, Ph.D.
|
|
Reviewer
|
:
|
Maymunah
|
|
Tanggal
|
:
|
27
Mei 2017
|
|
Abstrak
|
:
|
Gangguan kecemasan
adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Meskipun
terapi kognitif perilaku dan serotonin-reuptake inhibitor memeperlihatkan efektivitasnya
untuk terapi gangguan kecemasan ini, tetapi sedikit sekali pengetahuan yang
membandingkan efektivitas antara keduanya atau efektivitas kombinasi antara
keduanya.
Gangguan kecemasan umum
terjadi pada 4 juta orang atau sekitar 2.8% dari penduduk dunia,
gangguan ini merupakan gangguan kesehatan jiwa yang umum terjadi.
Perempuan dua kali lebih rentan terkena gangguan kecemasan ini. CBT (
Cognitive Behavioral Therapy ) merupakan terapi yang dapat dilakukan untuk
mengatasi gangguan kecemasan, yaitu dengan melakukan konfrontasi terhadap
ketidak rasionalan dan ketidak tepatan perilaku,
sehingga akan mengubah pandangan seseorang menjadi adaptif.
|
|
Subjek
Penelitian
|
:
|
Populasi : 3.066 orang.
6. Sampel : Random
Sampling sebanyak 488 orang.
Anak dan remaja usia 7-17 tahun yang
memiliki gangguan kecemasan umum atauphobia sosial
|
|
Metode
Penelitian
|
:
|
Dalam
penelitian ini jalannya penelitian kurang dijelaskan secara rinci. Setelah
didapatkan sampel penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi 488
responden, kemudian diukur tingkat kecemasan dengan Anxiety Disorders
Interview Schedule for DSM-IV-T R, child version. Lalu
dibagi ke dalam tiga (3) grup: dengan CBT, Sertraline, dankombinasi antara
keduanya.
CBT terdiri
dari 14 sesi, 60 menit/ sesi, termasuk melihat dan mengukur tingkat kecemasannya,
respon pada pengobatan, dan perkembangan. Terapi berdasarkan Coping Cat
Program, klien juga menerima ketrampilan untuk memanage kecemasan.
Sertraline:
terdiri dari 8 sesi, 60 menit/ sesi. Dimulai dengan dosis 25 mg/hari dan meningkat
menjadi 200 mg/hari sampai minggu ke 8. Pada minggu ke 8 klien yang
dipertimbangkan mengalami kondisi yang tidak semakin parah dan yang memiliki efek
samping minimal obat diberi kesempatan untuk peningkatan dosis.
Kombinasi: terapi antara Sertraline dan CBT.
|
|
Kekuatan
Penelitaian
|
:
|
1.
Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi yang
membaca termasuk untuk mahasiswa.
2.
Hasil penelitian sangat jelas dan dapat di
mengerti.
|
|
Kelemahan
Penelitian
|
:
|
1.
Daftar pustakanya yang dituliskan sudah sangat
bagus, dan tahun referensinya tidak terlalu jauh, walau ada beberapa yang
sudah terlalu lama.
|
|
Kesimpulan
|
:
|
Kecemasan
adalah kondisi emosional yang tidak menyenangkan, yang ditandai oleh
perasaan-perasaan subjektif seperti ketegangan, ketakutan, dan kekhawatiran
dan juga ditandai dengan aktifnya sistem saraf pusat (Trismiati, 2004).
Kecemasan dapat pula didefinisikan sebagai suatu manifestasi dari berbagai
proses emosi yang bercampur baur, yang terjadi ketika seseorang sedang
mengalami tekanan perasaan dan pertentangan batin (konflik). Rasa cemas
timbul akibat melihat dan mengetahui adanya bahaya yang mengancamdirinya
(Daradjat, 1988). Kecemasan merupakan satu keadaan yang ditandai oleh
rasa khawatir disertai dengan gejala somatis yang menandakan suatu kegiatan
berlebih dari susunan autonomic (Kaplan dan Saddock (2005)). Kecemasan adalah
ketegangan, rasa tidak aman dan kekawatiran yang timbul karena dirasakan
terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi sumbernya sebagian besar
tidak diketahui dan berasal dari
dalam (DepKes RI, 1990).
Teori
KecemasanKecemasan merupakan suatu respon terhadap situasi yang penuh
dengantekanan. Stres dapat didefinisikan sebagai suatu persepsi ancaman
terhadap suatuharapan yang mencetuskan cemas. Hasilnya adalah bekerja untuk
melegakantingkah laku (Rawlins, at al, 1993). Stress dapat berbentuk
psikologis, sosial ataufisik. Beberapa teori memberikan kontribusi terhadap
kemungkinan faktor etiologidalam pengembangan kecemasan.
Kedua terapi yaitu CBT dan sentraline dapat menurunkan derajat gangguan
kecemasan pada anak dengan gangguan kecemasan, tetapi
kombinasi antara kedua terapi tersebut memperlihatkan
efek yang paling baik.
|
|
Sumber
|
:
|
http://www.nejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJMoa0804633
|