Sabtu, 27 Mei 2017

REVIEW JOURNAL Cognitive Behavioral Therapy

Nama : Maymunah
NPM : 1D514062
Kelas : 3PA04


Judul
:
Cognitive Behavioral Therapy, Sertraline, or a Combination in Childhood Anxiety
Jurnal
:
Massachusetts Medical Society
Volume & Halaman
:
vol. 359 no. 26
Tahun
:
2008
Penulis
:
John T. Walkup, M.D., Anne Marie Albano, Ph.D., John Piacentini, Ph.D., Boris Birmaher, M.D., Scott N. Compton, Ph.D., Joel T. Sherrill, Ph.D., Golda S. Ginsburg, Ph.D., Moira A. Rynn, M.D., James McCracken, M.D., Bruce Waslick, M.D., Satish Iyengar, Ph.D., John S. March, M.D., M.P.H., and Philip C. Kendall, Ph.D.
Reviewer
:
Maymunah
Tanggal
:
27 Mei 2017
Abstrak
:
Gangguan  kecemasan adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak dan  remaja. Meskipun terapi kognitif perilaku dan serotonin-reuptake inhibitor memeperlihatkan efektivitasnya untuk terapi gangguan kecemasan ini, tetapi sedikit sekali pengetahuan yang membandingkan efektivitas antara keduanya atau efektivitas kombinasi antara keduanya.
Gangguan kecemasan umum terjadi pada 4 juta orang atau sekitar 2.8% dari penduduk dunia,  gangguan ini merupakan gangguan kesehatan jiwa yang umum terjadi. Perempuan dua  kali lebih rentan terkena gangguan kecemasan ini. CBT ( Cognitive Behavioral Therapy ) merupakan terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan, yaitu dengan melakukan konfrontasi terhadap ketidak rasionalan dan ketidak tepatan perilaku, sehingga akan mengubah pandangan seseorang menjadi adaptif.

Subjek Penelitian
:
Populasi3.066 orang.
6.      Sampel : Random Sampling sebanyak 488 orang.
Anak dan remaja usia 7-17 tahun yang memiliki gangguan kecemasan umum atauphobia sosial
Metode Penelitian
:
Dalam penelitian ini jalannya penelitian kurang dijelaskan secara rinci. Setelah didapatkan sampel penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi 488 responden, kemudian diukur tingkat kecemasan dengan Anxiety  Disorders Interview Schedule for  DSM-IV-T R, child version. Lalu dibagi ke dalam tiga (3) grup: dengan CBT, Sertraline, dankombinasi antara keduanya.
CBT terdiri dari 14 sesi, 60 menit/ sesi, termasuk melihat dan mengukur tingkat kecemasannya, respon pada pengobatan, dan perkembangan. Terapi berdasarkan Coping Cat Program, klien juga menerima ketrampilan untuk memanage kecemasan.
Sertraline: terdiri dari 8 sesi, 60 menit/ sesi. Dimulai dengan dosis 25 mg/hari dan meningkat menjadi 200 mg/hari sampai minggu ke 8. Pada minggu ke 8 klien yang dipertimbangkan mengalami kondisi yang tidak semakin parah dan yang memiliki efek samping minimal obat diberi kesempatan untuk peningkatan dosis.
Kombinasi: terapi antara Sertraline dan CBT.
Kekuatan Penelitaian
:
1.      Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi yang membaca termasuk untuk mahasiswa.
2.      Hasil penelitian sangat jelas dan dapat di mengerti.
Kelemahan Penelitian
:
1.      Daftar pustakanya yang dituliskan sudah sangat bagus, dan tahun referensinya tidak terlalu jauh, walau ada beberapa yang sudah terlalu lama.
Kesimpulan
:
Kecemasan adalah kondisi emosional yang tidak menyenangkan, yang ditandai oleh perasaan-perasaan subjektif seperti ketegangan, ketakutan, dan kekhawatiran dan juga ditandai dengan aktifnya sistem saraf pusat (Trismiati, 2004). Kecemasan dapat pula didefinisikan sebagai suatu manifestasi dari berbagai proses emosi yang bercampur baur, yang terjadi ketika seseorang sedang mengalami tekanan perasaan dan pertentangan batin (konflik). Rasa cemas timbul akibat melihat dan mengetahui adanya bahaya yang mengancamdirinya (Daradjat, 1988). Kecemasan merupakan satu keadaan yang ditandai oleh rasa khawatir disertai dengan gejala somatis yang menandakan suatu kegiatan berlebih dari susunan autonomic (Kaplan dan Saddock (2005)). Kecemasan adalah ketegangan, rasa tidak aman dan kekawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam (DepKes RI, 1990).
Teori KecemasanKecemasan merupakan suatu respon terhadap situasi yang penuh dengantekanan. Stres dapat didefinisikan sebagai suatu persepsi ancaman terhadap suatuharapan yang mencetuskan cemas. Hasilnya adalah bekerja untuk melegakantingkah laku (Rawlins, at al, 1993). Stress dapat berbentuk psikologis, sosial ataufisik. Beberapa teori memberikan kontribusi terhadap kemungkinan faktor etiologidalam pengembangan kecemasan.
Kedua terapi yaitu CBT dan sentraline dapat menurunkan derajat gangguan kecemasan pada anak dengan gangguan kecemasan, tetapi kombinasi antara kedua terapi tersebut memperlihatkan efek yang paling baik.

Sumber
:
http://www.nejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJMoa0804633

Tidak ada komentar:

Posting Komentar