Kamis, 26 Oktober 2017

#SIP



Computer Based Information System (CBIS)  #SIP
Istilah Computer Based Information System (CBIS) sebenarnya mengacu pada pada system informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer. atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Istilah-istilah yang terkait dengan CBIS adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
Evolusi CBIS
1.      Berfokus pada data ( SIA )
Sistem Informasi akuntansi adalah kumpulan dari sumber daya, baik manusia, peralatan, dan teknologi yang dirancang dan digunakan untuk mengubah data-data ekonomi ke dalam informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. (Wahyuno & Pujiatmoko, 2008).

2.      Berfokus pada informasi ( SIM )
Sistem informasi manajemen penyediaan informasi mengenai kinerja perusahaan. Sim secara khusus menghasilkan laporan yang sifatnya teteap dan rutin berdasarkan data yang diperoleh dan dirangkum dari sistem pemprosesan transaksi. Sim hanya menyoroti kondisi-kondisi yang khusus dan luar biasa, seperti kuota penjualan untuk suatu wilayah tertentu jatuh dibawah tingkat yang diperkirakan, atau karyawan telah melebihi batas pengeluaran tunjuangan perawatannya. (Laudon, 2008).
Sistem informasi manajemen secara umum dapat dikatakan sebagai sebuah sistem manusia dan mesin yang terintegrasi dalam menyediakan informasi gua mendukung fungsi informasi manajemen dan penentuan alternatif tindakan dalam sebuah organisasi sistem tersebut. Dalam operasinya sitem informasi manajemen menggunakan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), prosedur, model manajemen, dan keputusan serta terminal data.
Menurut Scoott (dalam Yulia, 2014) Sistem informasi manajemen adalah serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu tertranformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produkivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manager atas dasar kriteria mutu yang ditetapkan.

3.      Berfokus pada pendukung keputusan
Sistem pendukung keputusan mendukung analisis masalah semi terstruktur dan tidak terstruktur. Sistem pendukung keputusan dimasa paling awalnya sangatlah digerakan oleh mode, menggunakan jenis model untuk menjelaskan analisis “bagaimana jika” dan analisis lainnya (Laudon, 2008). Menurut Bonczek (dalam Nofriansyah, 2012) sistem informasi pendukung keputusan sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi, sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen sistem pendukung keputusan lain), sistem pengetahuan (respositori pengetahuan domain masalah yang ada pada sistem pendukung keputusan atau sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemprosesan masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan).

4.      Berfokus pada komunikasi
Sistem otomatisasi perkantoran merupakan penyediaan telekomnikasi untuk orang orang didalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan dilingkungan perusahaan. Komunikasi ini membuat kelompok tanggung jawab berkualitas. Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang lain yakni Office Automation (OA)/ Otomatisasi Perkantoran. 
OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja lain melalui peralatan elektronik seperti fasilitas internet, telekomunikasi (teleconference). Otomasi perkantoran (Office Automation) Mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan (siapa saja yang menggunakan OA). Kelompok pemakai OA adalah pekerja terdidik (manajer dan profesional), sekretaris, dan pegawai administrasi. Tujuan dari OA ialah mengurangi biaya administrasi, pemecahan masalah, dan pelengkap serta bukan pengganti. Beberapa contoh aplikasi OA yaitu pengolahan kata, E-mail, voice mail, kalender elektronik, konferensi audio/video, konferensi komputer, PAX, imaging, dan dekstop publising.

5.      Berfokus pada konsultasi
Saat ini berlangsung gerakan untuk menerapkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia  atau disebut juga Expert System (ES) yaitu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu area. Contohnya; Sistem pakar dapat menyediakan bagi seorang manajer sebagian bantuan yang sama seperti yang diberikan bagi seorang manajer sebagai bantuan yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.

         A.    DATA
1.      Hirarki Data
       Menurut Kadir (2004), secara tradisional data diorganisasikan ke dalam suat hierartki yang terdiri atas elemen data, yaitu rekaman ( record ) dan berkas ( file ). Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecahkan lagi menjadi unit lain yang bermakna. Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang salaing terkait. Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas.
2.      Penyimpanan Data Skunder
Menurut Gaol (2008), Penyimpanan akses langsung (Direct Access Storage Device) adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Direct Access Storage Device memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan. Menurut Ukar (2006), dalam pengambilan data tertentu tidak perlu dicari dari awal, tetapi bisa langsung ke data yang dituju. Oleh karena itu, prosesnya lebih cepat.
Menurut Anonim (2015), Sequantial Access Storage Device adalah metode mengambil data dari perangkat penyimpanan. Dengan akses sekuensial, perangkat harus bergerak melalui semua informasi sampai ke lokasi di mana ia mencoba untuk membaca atau menulis. Metode ini sering dikontraskan dengan akses random, di mana perangkat mungkin bergerak langsung ke lokasi tertentu di memori. Berdasarkan penjelasan Sulianta (2008), Sequantial Access Storage Device prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal.

3.      Pemerosesan data
Menurut Rama dan Jones (2008), batch, online, real time adalah sebagai berikut :
a.       Batch, yaitu sekelompok dokumen kejadian atau record yang menunggu pencatatan, pembaruan atau pemrosesan lainnya.
b.      Online, yaitu alat yang aktif dan terhubung dengan komputer. Biasanya monitor, keyboard dan hard disk dipasang online ketika komputer menyala.
c.       Real time, yaitu suatu sistem dimana kejadian dicatat segera setelah terjadi, dan field ringkasan di tabel induk terkait segera diperbaharui.

Menurut Suyanto (2005) batch, online, real time adalah :
a.       Batch,yaitu suatu pengolahan data dimana data dikumpulkan dalam kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukkan sebagai input dalam komputeruntuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan data yang klasik.
b.      Online, adalah pengolahan data yang dilaksanakan oleh peralatan yang secara langsung dikontrol oleh CPU. Pada pengolahan ini dalam banyak hal masih diperlukan peralatan tambahan untuk data yang dikirim dan diolah, yaitu Magnetic Tape Unit dan Disc Storage Device dan lainnya.
c.       Real time, adalah pengolahan data yang berjalan secara parallel dengan proses fisik sehingga hasil dari pengolahan data itu muncul secara berurutan.
4.      Database dan DBM

Martin (dalam Sutabri, 2005) menjelaskan bahwa database adalah suatu kumpulan data yang terhubung (interrelate data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tidak terulang (controlled redundancy) dan dikontrol dengan cara tertentu sehingga mudah digunakan atau ditampilkan kembali, dapat tergantung kepada program aplikasi secara otomatis, data disimoab tanpa ketergantungan kepada program yang akan menggunakannya, dapat ditambah, diambil, dimodifikasi dengan mudah dan terkontrol.
Database adalah integrasi logis dari catatan-catatan file. Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai degan menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
5.      Peranan database dalam psikologi
DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.


        B.     Sistem Pakar (SP) dan Artifical Intelligence (AI)
1.      Definisi Sistem Pakar & Artifical Intelligence
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri. Sistem pakar dinamakan sebagai konsultan, dan kegiatannya dinamakan konsultasi. Sistem ini dapat menampilkan lebih cepat kebutuhan basis data atau penggunaan di bidang lainnya dan lebih konsisten dibandingkan manusianya sendiri serta perusahaan yang menggunakan sistem ahli disekat dari hilangnya pengetahuan yang terjadi pada saat pegawai pensiun dan dipindahkan.
Sedangkan menurut Anita Desiani dan Muhammad Arhami (2005) Artificial Intellegence adalah “ Bagian dari komputer sehingga harus didasarkan pada Sound Theoretical (Teori Suara) dan prinsip – prinsip dibidangnya. Prinsip – prinsip ini meliputi struktur data yang digunakan dalam 11 representasi pengetahuan, algoritma yang diperlukan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut, serta bahasa dan teknik pemrograman yang digunakan dalam mengimplementasikannya.

2.      Sejarah Sistem Pakar (SP) dan Artifical Intelligence (AI)
Awal pekerjaan dipusatkan seperti game playing (misalnya audio dengan kecerdasan dan permainan catur (chess player), pembuktian teorema (theorem proving) pada tugas-tugas formal (formal task). Tahun 1963, Samual menulis sebuah program yang diberi nama check-er-playing program, yang tidak hanya untuk bermain game tetapi juga digunakan pengalamannya pada permainan untuk mendukung kemampuan sebelumnya. Catur juga diterima, karena banyak sekali perhatian terhadap permainan catur yang merupakan permainan yang lengkap atau kompleks, program catur di sini situasinya harus seperti dunia nyata. Kandidat AI harus mampu menghadapi masalah-masalah yang rumit. 
Logic theorist di awal percobaan untuk membuktikan teorema matematika. Ia  mampu membuktikan beberapa teorema dari bab I Prinsip Matematika Whiteheat dan Russell.
Theorema Gelenrnter pada tahun 1963 membuktikan pencarian area yang lain dari matematika yaitu geometri. Pada tahun 1963, pemecahan ,masalah umum menggunakan object, pembuktian dengan atraksi (eksternal).
Berikut uraian sejarah AI lebih jelasnya :
Pada awal abad 17, Rene Descrates mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis yang pertama pada tahun 1642.
Pada abad 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram. Betrand Rusell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica yang merombak logika formal.
Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap dalam Aktivitas” yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam Artificial Intelligence. Pada tahun 1951, program Artificial Intelligence pertama yang bekerja untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University Manchester (UK) : sebuah permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz.
Pada tahun 1956, John McCarthy membuat istilah “kecerdasan buatan” pada konferensi pertama. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing Test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan tes perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemontsrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, yakni sebuah program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali di bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis, yang biasa juga disebut dengan sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan yang rintang dan kusut secara mandiri.
Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma perambatan balik, yang pertama kali dijelaskan oleh Paul John Werbos pada tahun 1974. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus DEEP BLUE, yaitu sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapa metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.

3.      Hubungan AI dan Kognisi Manusia
Kecerdasan buatan adalah ilmu komputer yang membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia dan dapat menirukan perilaku manusia.
Kognisi manusia adalah suatu proses mental atau suatu aktivitas pikiran manusia dalam mengetahui dan memahami suatu informasi yang didapat dari lingkungan sekitarnya. Jika kita dapat menjelaskan bagaimana manusia berfikir maka kita dapat membuat komputer pintar yang bekerja untuk kita serta memahami bagaimana kita menyimpan dan memanggil kembali suatu informasi akan membantu kita dalam membuat database yang lebih baik
Hal ini dapat dilihat bagaimana cara kerja kecerdasan buatan dan kognisi manusia. Dimana kognisi manusia menerima sebuah stimulus kemudian diproses lalu menghasilkan sebuah respon. Sedangkan kecerdasan buatan menerima sebuah input yang diproses dan kemudian mengeluarkan sebuah output berupa keputusan. Dari cara kerja kecerdasan buatan dan kognisi manusia hampir sama, yaitu kesamaan dalam proses belajar dan proses berfikir. Tetapi kecerdasan buatan dibuat untuk menyamai proses belajar dan proses berfikir pada manusia.

4.      Aplikasi Sistem Pakar
ELIZA
Pada 1966, Joseph Weizenbaum dari MIT memperkenalkan Eliza, suatu program komputer yang mampu berkomunikasi dan bisa menanggapi manusia dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Weizenbaum berharap Eliza dapat menembus dinding pembatas antara komputer dan manusia. Eliza termasuk kedalam sistem pakar.

PARRY
Colby, Hilf, Webber dan Kraemer (1972) mensimulasikan seorang pasien, dan menyebut program ini PARRY, karena ia mesimulasikan seorang pasien paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memang ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi komputer dan respon manusia. Parry pun juga termasuk ke dalam sistem pakar.

NETtalk
Progam ini jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jaring-jaring neuron, sehingga dinamakan NETtalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowki disekolah medis harvard dan Rosenberg di universitas Princeton. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras – keras. NETtalk membaca keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fenom-fenom, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Sistem ini memiliki tiga lapisan: lapisan input, dimana setiap unit merespons sebuah tulisan; lapisan output, dimana unit menampilkan ke 55 fenom dalam bahasa inggris; dan sebuah lapisan unit tersembunyi, dimana setiap unit ditambahkan koneksinya pada setiap unit input maupun output. NETtalk membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi satu, dan dengan menscanning tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah informasi yang kontekstual. Disini lafal ‘e’ pada ‘net’, ‘neglect’, dan ‘red’ bisa ditangkap dengan bunyi yang berbeda. Setiap NETtalk membaca sebuah kata, program ini membandingkan pelafalannya dengan lafal yang benar yang disediakan manusia, kemudian menyesuaikan kekuatannya untuk memperbaiki setiap kesalahan. NETtalk juga merupakan sistem.

5.      Generalisasi Peranan AI dalam bidang Psikologi
Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak merupakan fase yang paling rentan untuk mengalamin gangguan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut.







DAFTAR PUSTAKA
            Achmad, B. (2006). Diktat mata kuliah: kecerdasan buatan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
            Anonim. (2015). Sequential access. http://www.computerhope.com/jargon/s/sequacce.htm diakses tanggal 5 November 2015.
            Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta : PT Grasindo.
            Kadir, A. (1993). Konsep & tuntunan praktis basis data. Yogyakarta: Andi Offset.
            Kusrini. (2006). Sistem pakar, teori dan aplikasi. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
            Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
            Laudon, K.C & Laudon, J.P. (2008). Sistem informasi manajemen mengelola perusahaan digital. Jakarta: Salemba.
            Nofriansyah, D. (2012). Konsep data mining VS sistem pendukung keputusan. Jakarta: Deepublish

Jumat, 06 Oktober 2017

#SIP Sistem Informasi Psikologi


SISTEM
Menurut O’Brien dan Marakas (2009) sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan.
Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. 
Menurut Indrajit (2001) sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki dari unsur keterkaitan antara yang satu dan yang lain.
Sedangkan menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu. 
Berdasarkan pengertian beberapa tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling terhubung satu sama lain mencapai tujuan tertentu.


INFORMASI
Menurut Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.
Menurut Alamsyah (2005) informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan.
Menurut Kenneth C. Laudon (2004) informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah fomulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang data.
Berdasarkan pengertian beberapa tokoh diatas, dapat disimpulkan bahawa informasi adalah subuah data dalam suatu bentuk yang berguna atau bermanfaat untuk penerimanya.



PSIKOLOGI
Menurut Plonik (2005) psikologi adalah studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Menurut Branca (dalam, Haru basuki 2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang prilaku manusia.
Menurut Muhibbinsyah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Berdasarkan pengertian beberapa tokoh diatas, dapat disimpukan bahwa psikologi adalah imu yang mempelajari tentang perilaku atau tingkah laku manusia, baik secara terbuka maupun tertutup terhadap lingkungannya.


SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisai yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi. Sistem informasi dapat juga didefinisikan sebagai suatu sistem yang menerima sumber data sebagai input dan mengolahnya menjadi produk informasi sebagai output.



SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat kita tarik bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang bekombinasi dari manusia dan alat teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan data mengenai perilaku manusia yang terlihat maupun yang tidak terlihat, dan secara data tersebut dapat berupa informasi bagi si penerima.


ARSITEKTUR KOMPUTER
Komputer memiliki susunan beberapa perangkat sebagai penggeraknya dan sering dikatakan sebagai suatu skema komputer (computer schematic). Skema ini dibentuk sejak awal permulaan komputer. Unit-unit perangkat yang menyusun antara lain seperti dibawah ini : 

1. Perangkat keras (hardware) 
 Perangkat ini dapat berbentuk kotak yang terhubung melalui sebuah kabel elektonika. Perangkat ini dapat berbentuk mesin pemutar disket, mesin pemutar hard disk¸ motherboard, yang disimpan dalam CPU.

2. CPU ( centar processing unit / unit pengelolahan pusat )
Perangkat ini mengendalikan semua pusat sistem yang ada di komputer, baik itu monitor, perangkat keras, ataupun perangkat lunak. Di dalam CPU terdapat pula penyimpan utama / penyimpan primer (main memory/primary storage), penyimpan kedua (secondary storage), unit pengendali (control unit), dan unit logika dan aritmetika atau ilmu penghitungan / arithmetic and logic unit (AUC). Pada penyimpan uttama, semua data yang diolah dan  bentuk program-program ( bentuk perintah pengolah data ) yang dibuat terdapat di dalamnya. Penyimpan kedua berfungsi untuk memindahkan data atau perangkat lunak atau program yang ada dari CPU ke media lainnya, seperti disket, pencetak (printer), atau melakukan sebaliknya. Unit pengendali mendapatkan perintah/intruksi dari bagian perangka lunak yang disimpan di unit penyimpanan utama dan menerjemahkannya. Kemudian, mengirimkan sinyal elektronika ke komponen sistem komputer yang lainnya untuk melakukan operasi yang diinginkan. Unit logika dan arimetika menampikan operasi ilmu hitung dan perbandingan. Sebuah komputer dapat membuat perubahan logika dari satu susunan intruksi ke yang lainnya ( seperti pembayaran perhitungan lembur dengan perhitungan pembayaran yang biasa ) berdasarkan hasil perbandingan yang dibuat di ALU selama pemerosesan.

3. Perangkat lunak (software)
Jenis perangkat ini berfungsi untuk menjalankan semua perangkat yang ada, baik itu di perangkat keras maupun CPU. Perangkat lunak ini berbentuk, seperti program Windows, Linux, Unix, Microsoft, Auticad dan sebagainya. 



  



 STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Menurut Prof. Benny H. Hoed struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan.
Menurut Ahmad (2004) Struktur adalah gabungan beberapa anggota yang disambungkan antara satu sama lain untuk menanggung beban yang akan digunakan keatasnya, seterusnya memindahkan beban tersebut ke tanah.
Sedangkan menurut Drever (Solihin, 2012) kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penialain, dan penalaran.
Menurut Chaplin (2002) dikatakan bahwa “kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai. 
Dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah mencakup segenap pemahaman manusia antara unur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan.  



HUBUNGAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Dari pemahaman diatas dapat kita simpulkan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia. Dari kedua komponen tersebut memiliki tugas yang sama yaitu menginput proses dan mengoutput sebuah data yang berupa informasi yang dapat digunakan si pemakainya.


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ARSITEKTUR KOMPUTER
Kelebihan : 
- Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu. 
- Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). 
- Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan. 
-Menggunakan teknologi time sharing.

Kekurangan:
 - Harga yang cukup mahal.  
- Data yang disimpan kapan saja bisa hilang. 
- Mudah terkena virus. 
- Membutuhakan daya listrik yang cukup besar.  


KELEBIHAN DAN KEKURANGA STRUKTUR KOGNISI MANUSIA 
Kelebihan: 
- Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arh dan tujuan yang jelas.  
- Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar.  
- Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal. 

Kekurangan :
- Membutuhkan waktu yang lama untuk berfikir.
- Terkadang sulit untuk mengpraktikan dalam kehidupan sehari-hari.


Referensi :
Alamsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Basuki, H. (2008). Psikologi umum. Jakarta : Universitas Gunadarma
Chr. Jimmy L.G (2008) Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta : PT. Grasindo
Hutahaean , J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta : Deepublish
Marimin, dkk. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta : PT Grasindo
Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit Andi
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Solso, L. Robert.(2007). Psikologi Kogintif. Jakarta: Erlangga